fbpx

5 Rahasia Perencanaan Keuangan Nabi dan Rasul

Perencanaan keuangan merupakan proses untuk mencapai tujuan-tujuan hidup seseorang melalui manajemen keuangan yang terencana dengan baik. Misalnya perencanaan keuangan untuk keperluan menabung, keperluan hutang piutang atau untuk bersedekah.

Ternyata bukan hanya kamu yang memiliki perencanaan keuangan, nabi dan rasul juga melakukannya untuk mencapai tujuan hidup mereka.

Rasulullah SAW bersabda “ Jika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, doa anak yang saleh.” (HR Muslim).

Berdasarkan hadist diatas, salah satu amalan yang tidak putus adalah sedekah jariyah. Walaupun sedekah dapat dilakukan menggunakan tenaga (tanpa uang), namun banyak juga yang bersedekah dengan memberikan sebagian hartanya kepada orang lain.

Oleh karena itu pengelolaan harta (keuangan) harus punya perencanaan yang bagus. Berikut 5 perencanaan keuangan nabi dan rasul:

1. Sumber Harta Harus Halal

Sebelum membuat perencanaan keuangan, terlebih dahulu kamu harus memastikan harta yang akan kamu kelola harus didapatkan dengan cara yang halal.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 168 mengatakan “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Sebuah hadist juga mengatakan “Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka” (HR. Al Bukhari).

Bukan hanya itu, Rasulullah SAW juga bersabda “ Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum di tanyakan kepadanya empat perkara, yaitu tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa di manfaatkan.” (HR.Tirmidzi).

Berdasarkan ayat-ayat dan hadist di atas menegaskan bahwa hal utama dalam mengelola keuangan harus selalu bersumber pada prinsip memperoleh harta yang halal serta menggunakan harta tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan yang halal.

2. Menabung

Menabung adalah menyisihkan sebagian harta yang kamu miliki untuk disimpan. Tujuan menabung merupakan salah satu perencanaan keuangan untuk persiapan di masa depan, baik untuk diri sendiri, keluarga atau beramal untuk lingkungan sekitar.

Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umatnya untuk menabung. Dalam sebuah hadist beliau bersabda “Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu” (H.R Bukhari).

Namun, Rasulullah juga melarang umatnya untuk menimbun uang. Menimbun uang yaitu menyimpan harta tanpa mengeluarkan zakat atau biasa disebut dengan Zakat Maal.
Rasulullah SAW bersabda “ Tidak akan menimbun (barang) kecuali orang yang berdosa“. (HR.Muslim).

Sehingga ketika kamu menyimpan harta seperti emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, binatang ternak, benda usaha dan harta temuan, maka ada ketentuan zakat yang harus kamu keluarkan. Masing-masing jenis harta memiliki ketentuan zakat yang harus dikeluarkan ketika sudah mencapai haul dan nisab zakat.

3. Amanah Dalam Berhutang

Di dalam Islam, hutang piutang diperbolehkan saja asal tidak mengandung unsur riba dan dilakukan saat memenuhi kebutuhan dalam keadaan darurat.

Dalam Al-Qur’an disebutkan “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (Al-Maidah ayat 2).

Rasulullah SAW juga bersabda “Barang siapa hutang uang kepada orang lain dan berniat akan mengembalikannya, maka Allah akan luluskan niatnya itu. Tetapi barang siapa mengambilnya dengan niat akan membinasakan (tidak membayar), maka Allah akan merusakkan dia.”(HR Bukhari)

Berdasarkan hadist di atas menegaskan, apabila kamu berhutang maka bayarlah hutang-hutang tersebut. Untuk itu, alangkah baiknya jika kamu membuat perencanaan keuangan untuk keperluan hutang piutang agar hutang dapat terselesaikan dengan baik.

4. Membiasakan Untuk Bersedekah

Dalam kehidupan di dunia, Rasulullah SAW juga menyuruh umatnya untuk bersedekah. Bersedekah merupakan perbuatan memberikan sebagian harta kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa ada batasan waktu dan jumlah tertentu.

Bersedekah tidak akan membuat harta kamu berkurang, bahkan bertambah. Hal ini diperkuat dalam hadist Rasulullah yang mengatakan “Harta tidak akan berkurang dengan disedekahkan.” (HR Tirmidzi).

Oleh karena itu, juga penting bagi kamu membuat perencanaan keuangan untuk tujuan bersedekah kepada orang lain.

5. Persiapan Waris dan Wasiat

Perencanaan Keuangan yang Terakhir yaitu untuk persiapan waris dan wasiat. Warisan adalah sesuatu yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal, baik berupa uang ataupun benda.

Sedangkan wasiat adalah pemberian harta oleh pewaris (orang yang memiliki harta) kepada orang tertentu yang telah disebutkan atau ditetapkan oleh pewaris dalam surat wasiat yang dibuatnya .

Dengan memberikan warisan atau wasiat kepada orang lain, maka kamu akan mendapatkan pahala yang akan terus mengalir, baik ketika masih hidup maupun sudah meninggal. Rasulullah SAW juga selalu membuat perencanaan keuangan untuk hal waris dan wasiat.

Itulah 5 perencanaan keuangan ala nabi dan rasul selama hidup beliau di dunia. Semoga dengan artikel ini dapat membantu mengatur perencanaan keuangan kamu. Selamat mencoba.

Share

Penasaran ingin mencoba wanginya parfum sunnah kualitas premium dari Jawara kasturi ?