fbpx

3 Rukun Jual Beli yang Wajib Anda Ketahui

Jual beli merupakan transaksi tukar menukar barang yang mempunyai nilai, dimana salah satu pihak menjual barang tersebut dan pihak lain membelinya sesuai dengan syarat dan rukun tertentu.

Dalam islam, transaksi jual beli dapat dikatakan sah apabila telah memenuhi rukun jual beli berdasarkan syariat islam. Ada 3 rukun jual beli dalam islam yang harus kamu ketahui sebelum melakukan transaksi jual beli:

1. Adanya Pihak Penjual dan Pembeli

Rukun jual beli yang pertama yaitu adanya pihak yang melakukan transaksi jual beli atas sebuah barang.

Untuk menjadi seorang penjual dan pembeli, ada 3 syarat yang harus kamu penuhi:

a. Penjual dan pembeli harus berakal

Penjual dan pembeli harus sama-sama berakal, tidak sah transaksi jual beli apabila penjual atau pembelinya adalah orang gila.

b. Penjual dan pembeli sudah baligh atau dewasa

Secara hukum, anak-anak tidak sah melakukan jual beli, karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penipuan atau penganiayaan.

c. Penjual dan pembeli melakukan jual beli atas kehendak sendiri, bukan karena paksaan

Biasanya hal ini terjadi kepada seorang pembeli, misalnya ketika kamu pergi berbelanja dengan teman kamu, teman kamu memaksa kamu untuk membeli barang tertentu, padahal sebenarnya kamu tidak menyukai barang tersebut.

Sehingga jika terjadi transaksi seperti ini, maka jual beli yang dilakukan dinyatakan tidak sah.

2. Objek Jual Beli

Setelah adanya penjual dan pembeli, rukun selanjutnya yaitu adanya objek yang dijual belikan. Bisa berupa barang ataupun jasa.

Ada 3 syarat objek jual beli dikatakan sah:

  • Objek jual beli harus suci dan tidak mengandung zat haram, kecuali objek tersebut digunakan untuk keperluan darurat, misalnya untuk pengobatan sebuah penyakit, seperti cacing, alkohol, dan sebagainya.
  • Objek Jual beli harus mempunya nilai dan memberikan manfaat kepada pembeli.
  • Objek jual beli juga harus bisa disaksikan dan diserahkan.
    Jika objeknya berupa barang, maka barang tersebut bisa dilihat dan diserahkan secara fisik. Jika objeknya berupa jasa, maka pembeli dapat merasakan manfaat dari sebuah jasa yang ditawarkan.

3. Adanya Ijab dan Qabul

Jika sudah ada pihak yang bisa melakukan transaksi (penjual dan pembeli), barang atau jasa yang diperjual belikan juga sudah terlihat dan dapat dirasakan. Sekarang saatnya melakukan ijab dan qabul jika pembeli tertarik dengan barang atau jasa yang ditawarkan.

Ijab dan qabul merupakan transaksi sebagai bukti “serah terima” objek yang diperjual belikan antara penjual kepada pembeli. Ada 2 macam ijab dan qabul dalam jual beli.

a. Ijab dan Qabul Hukmi

Ijab dan qabul hukmi yaitu adalah serah terima yang ditandai melalui suatu barang yang sesuai dengan ketentuan hukum suatu negara.

Misalnya ketika terjadi jual beli kendaraan bermotor, maka ijab dan qabul nya ditandai dengan bukti kepemilikan BPKB.

b. Ijab dan Qabul Haqiqi

Ijab dan Qabul haqiqi yaitu serah terima objek jual beli dilakukan melalui perkataan antara kedua belah pihak (penjual dan pembeli).

Misalnya ketika kamu melakukan jual beli baju, maka pembeli menyerahkan baju kepada pembeli sambil mengucapkan “saya jual baju ini”, kemudian pembeli mengambil baju tersebut dan mengatakan “saya beli baju ini”. Namun sebelumnya pembeli harus melakukan pembayaran atas baju yang dibelinya.

Demikian 3 rukun jual beli yang dapat dikatakan sah menurut syariat Islam. Baik ketika kamu menjadi seorang pembeli maupun penjual, kamu harus memenuhi 3 rukun jual beli yang diatas.

Semoga bermanfaat.

Share

Penasaran ingin mencoba wanginya parfum sunnah kualitas premium dari Jawara kasturi ?